Ria Hartini Hadiri Pengukuhan Guru Besar UIN Jurai Siwo, Tegaskan Ilmu Kunci Pembangunan Metro

PatroliIndonesia.net  | KOTA METRO – Nuansa khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti lingkungan akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung, Sabtu (8/8/2026). Momentum Pengukuhan Guru Besar Tahun 2026 menjadi tonggak penting dalam penguatan dunia pendidikan tinggi di Kota Metro.

Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, turut hadir langsung dalam prosesi tersebut. Kehadirannya menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan sektor pendidikan, khususnya dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul di Bumi Sai Wawai.

Pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik. Di balik penyematan gelar tertinggi di dunia pendidikan itu, tersimpan perjalanan panjang penuh dedikasi—mulai dari riset mendalam, pengabdian kepada masyarakat, hingga kontribusi pemikiran yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Acara yang digelar di Gedung Academic Convention Center (GAC) UIN Jurai Siwo Lampung itu semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA. Kehadiran tokoh nasional tersebut memperkuat makna strategis pengukuhan sebagai bagian dari pembangunan intelektual bangsa.

Dalam kesempatan itu, Ria Hartini menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kekuatan ilmu pengetahuan dan peran aktif kalangan akademisi.

“Pengukuhan guru besar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pembangunan daerah. Kita berharap perguruan tinggi terus melahirkan gagasan dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kota Metro. Dengan bertambahnya guru besar, diharapkan kontribusi keilmuan semakin nyata dalam menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.

Pengukuhan Guru Besar UIN Jurai Siwo Lampung Tahun 2026 pun tidak hanya menjadi ajang seremoni akademik, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk terus menguatkan peran ilmu pengetahuan dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *